Sebuah Pesan Dari Founder Kami

Selama ini, kulit sensitif selalu dianggap sebagai keterbatasan.

Aku selalu frustrasi melihat produk skincare cantik yang tidak bisa kugunakan, sementara kulit reaktifku membuatku terdampar di lorong produk klinis. Harus selalu memilih antara hasil atau estetik — namun jarang keduanya. Rasanya seperti diasingkan dari ritual kecantikan itu sendiri.

Aku membangun RUBA karena aku lelah dengan kompromi itu.

Dengan RUBA,. Kulitmu tidak perlu memilih. Dan kamu pun tidak perlu.

Tahukah kamu bahwa stress bisa memperburuk kondisi kulit dan sebaliknya? 

Inilah yang dikenal dengan brain-skin axis. 

Dalam sebuah studi di Amerika Serikat dengan 2893 orang dewasa penderita atopik dermatitis lebih sering memiliki penyakit depresi dan/atau kecemasan dibanding orang dewasa dengan kulit normal.

Kulitmu bukan sekadar pelindung. Kulitmu punya reseptor yang merespons stres, sentuhan, dan lingkungan sekitar, lalu mengirimkan sinyal yang memengaruhi bagaimana perasaanmu, bukan hanya penampilanmu.

Neurocosmetics diformulasikan untuk berbicara dalam bahasa itu. Untuk menenangkan sinyal yang memicu reaktivitas. Untuk memutus lingkaran stres-kulit sebelum terlihat di wajahmu.

Kemerahan berkurang. Sensitivitas berkurang. Kulit yang tidak lagi bereaksi berlebihan

Melalui pendekatan neurocosmetic, RUBA merancang skincare yang memahami hubungan antara kulit, sensori, dan stress modern.

Visi Kami

Mengubah kulitmu dan kehidupan urbanmu menjadi lebih baik melalui perawatan yang sensitif dan penuh empati.

Misi Kami

Mengubah dunia skincare menjadi ruang yang merayakan sensitivitas.

Etymology

RUBA /RU-BA/ merubah; change